Executive Information Systems (EIS) didesain unurk meningkatkan managerial roles sampai pada tingkat tertinggi dalam suatu organisasi.
EIS melakukan penelitian yang fokus
utamanya pada :
•documenting the features,
•benefits,
•pengembangan metodologi, dan
•pengimplementasian system.
Bagaimana para eksekutif dalam suatu perusahaan mendapatkan informasi eksekutif (executive information systems)?
•Scanning dan Searching/pencarian terfokus merupakan teknik perolehan informasi yang paling lazim dilakukan dan keduanya dapat meningkatkan efisiensi kerja.
•Tetapi scanning lebih dapat meningkatkan efektivitas.
•Namun, pencarian terfokus lebih sering dilakukan oleh para eksekutif.
•Dalam penggunaan EIS pencarian terfokus dilakukan ketika para eksekutif ingin mengetahui apa solusi dari suatu masalah.
•Bila eksekutif melakukan scanning dengan EIS, biasanya bertujuan untuk melihat bila ada sesuatu yang ‘baru’ yang mungkin berguna.
•Scanning dapat meningkatkan kinerja dan merupakan hal yang penting dilakukan oleh manajemen senior.
•Semakin kecil suatu organisasi, scanning yang dilakukan biasanya semakin sedikit, karena lebih bergantung pada sistem informasi terfokus yang formal.
•Semakin besar suatu organisasi maka semakin banyak scanning dilakukan dalam meningkatkan performa kerjanya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi bagaimana seorang eksekutif melakukan perolehan data
(information retrieval behavior):
1. Perbedaan individual
a. Toleransi terhadap ambiguitas
b. Titik kendali (locus of control –internal dan eksternal)
c. Derajat inovasi (dibagi menjadi adapter dan inovator)
2. Karakteristik sistem
a. Diferensiasi
b. Integrasi
c. Fleksibilitas
3. Konteks organisasional
a. Pengaruh sosial
b. Ketidakpastian lingkungan
c. Karakteristik pekerjaan
Kebanyakan eksekutif menggunakan EIS hanya untuk melakukan pencarian terfokus terhadap solusi dari masalah-masalah yang sudah diketahui dan sedikit sekali yang melakukan scanning untuk mencari hal-hal ‘baru’ yang mungkin berguna. EIS meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
Tampilkan postingan dengan label belajar yuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar yuk. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 Desember 2008
Minggu, 14 September 2008
KnowLedge Management, pentingkah??
Knowledge: informasi-informasi yang diperoleh berdasarkan experience, interpretasi, refleksi dan konstektual.Knowledge Management: proses dalam suatu organisasi yang digenerasikan berdasarkan asset pengetahuan dan intelektualitas. Tujuan mengimplementasikan KM adalah untuk meningkatkan dan memperbaiki operasional perusahaan dalam mencari keuntungan kompetitif;untuk memperbaiki komunikasi diantara manajemen puncak dan pekerja; untuk mempertahankan proses kerja, menanamkan budaya berbagai pengetahuan; danmengimplementasikan sistem penghargaan berbasis kinerja.Bharti Airtel adalah salah satu perusahaan swasta India yang menerapkan KM dalam bisnisnya. Bharti Airtel merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri telekomunikasi yang juga merupakan perusahaan terbesar dalam perindustrian telekomunikasi. Didirikan sejak 1995, dengan rekan aliansinya yaitu SiingTel. Manfaat yang diperoleh Bharti Airtel karena menerapkan KM adalah menjadi semakin menonjol dalam hal organizational learning (pembelajaran organisasi) dan mengelola kemampuan customer knowledge; membantu dalam memberikan value yang lebih besar kepada pelanggan dan value yang terus menerus kepada stakeholder. Bagi Bharti Airtel Knowledge menjadi sebuah differentiator penting dalam bisnisnya dan pengelolaannya dan untuk menghadapi tantangan globalisasi yang tak terelakkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
